June 12, 2026

Love Journey

Bagaimana jika mereka menyebut kita sebagai pendongeng?
Di saat kita mengenal tanpa menatap
Tanpa kartu pos yang saling berkabar
Menaiki perahu waktu yang berbeda
Tak terpermanai ombak yang menerpa

Namun, matahari enggan lupa dengan tugasnya
Rela menyinari hari-hari hingga petang
Hingga akhirnya, perahu kita bertemu
Berhenti tepat di suatu dermaga

Kita pun saling menatap mata
Dan saling merajut kata demi kata:
Tentang nama, tentang perjalanan,
Tentang ujian, dan bahkan tujuan

Hari pun menjelma senja
Kita masih belum puas bercerita
Dan sepakat melanjutkan esok tiba
Sebelum mata terpejam, ku bergumam
Bagaimana cara membuat kisah yang kekal
Dan selalu merdu tuk didengarkan bersama?

MH - 06/08/'26

April 24, 2026

Nol

Entah mengapa saat ini aku tersadar
Menulis itu pekerjaan yang sulit
Sehingga aku keluar, melamar lagi kerja
Di entah tempat, aku diwawancara
"Pekerjaan apa yang kau mau?"
"Yang mudah saja. Lebih mudah dari menulis."
"Baiklah, kau duduk saja sekarang."

Aku berdiam diri, di kantor yang disebut kepala
Nyaris bangkrut tak produksi apa-apa

MH - 04/24/'26

April 17, 2026

Ranum

Kau sedang menunggu
Ranum diriku
Bergantung, di pohon

Kau sedang menunggu
Kau sedang menunggu
Kau sedang menunggu
Tak kunjung ranum

Kupastikan sekali lagi
Kau sedang menungguku, atau
Kau senang menungguku?

MH - 04/17/'26

Kisah Adam yang mulai usang

Kau menanyakan
Bagaimana menjadi manusia?

Jawabku:
1. Tanah, agar tak lupa sejarah
2. Air, agar tak lupa bersegera
3. Tanah air, agar tak lupa Tuhan

MH - 04/17/'26

March 29, 2026

Kerikil

Bagaimana jika kerikil yang menjatuhkanku
Adalah keluargaku sendiri?
Bagaimana jika kerikil yang menjatuhkanlu
Adalah mulut-kakiku sendiri?

Aku bersaksi bahwa engkau baik

Apakah aku perlu menyingkirkan diriku sendiri
Agar usahamu semakin berarti?

MH - 03/29/'26

March 02, 2026

Doa-doa sederhana di zaman yang tidak sederhana

Lantun doa-doa, sederhana saja
Kita bersama, tanpa dirayakan
Rudal rudal, perang dunia
Fitnah-fitnah, alam semesta

Ketakutanku hanya sekadar
Kita berlama-lama bersama
Tanpa matrimoni, melainkan obituari

Dan seketika aku tertampar
Seolah mendengar ucapan:
"Jika doamu sederhana, mengapa engkau terlihat gemetar?
Apa kau lupa bahwa Aku Maha Besar?"

MH - 03/02/'26
© Aksara Angkasa 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis