Bagaimana jika mereka menyebut kita sebagai pendongeng?
Di saat kita mengenal tanpa menatap
Tanpa kartu pos yang saling berkabar
Menaiki perahu waktu yang berbeda
Tak terpermanai ombak yang menerpa
Namun, matahari enggan lupa dengan tugasnya
Rela menyinari hari-hari hingga petang
Hingga akhirnya, perahu kita bertemu
Berhenti tepat di suatu dermaga
Kita pun saling menatap mata
Dan saling merajut kata demi kata:
Tentang nama, tentang perjalanan,
Tentang ujian, dan bahkan tujuan
Hari pun menjelma senja
Kita masih belum puas bercerita
Dan sepakat melanjutkan esok tiba
Sebelum mata terpejam, ku bergumam
Bagaimana cara membuat kisah yang kekal
Dan selalu merdu tuk didengarkan bersama?
MH - 06/08/'26